Bikin Gigit Jari! Harga Batu Bara Rontok, Apa Nih Pemicunya?

A pile of coal is seen at a warehouse of the Trypillian thermal power plant, owned by Ukrainian state-run energy company Centrenergo, in Kiev region, Ukraine November 23, 2017. Picture taken November 23, 2017. REUTERS/Valentyn Ogirenko

 Harga batu bara anjlok lebih dari 10% selama sepekan ini. Harga si batu hitam tidak sanggup kembali ke level psikologis US$200 per ton kendati ada sentimen positif kuat dari China.

Pada perdagangan Jumat (14/4/2023), harga batu bara kontrak Mei di pasar ICE Newcastle ditutup di posisi US$ 181 per ton. Harganya jatuh 4,86% secara harian. Sementara, dalam sepekan, harga batu bara anjlok 10,95%.

Sepanjang Januari-Maret 2023, impor batu bara China naik dua kali lipat menjadi 101,8 juta ton. Dibukanya pintu impor dari Australia menjadi salah satu penyebab lonjakan impor.

Tiongkok juga mempercepat pembelian batu bara dari Indonesia untuk mengantisipasi libur Lebaran. Produksi batu bara di Indonesia diperkirakan akan melandai pada April karena libur panjang Lebaran.

Permintaan batu bara diperkirakan masih akan kencang pada kuartal II-2023 sejalan dengan pelonggaran kebijakan Covid-19. Permintaan listrik yang meningkat selama musim panas serta rendahnya produksi pembangkit listrik tenaga air diperkirakan akan meningkatkan permintaan batu bara.

Sungai di sejumlah wilayah China sudah dilaporkan mengering karena musim panas sudah datang ke China. Kendati Tiongkok menyuntik sentimen positif ke pasar batu bara global tetapi harga pasir hitam tetap jeblok.

Besarnya kekhawatiran pasar mengenai kondisi perekonomian global serta melandainya harga energi lain menyeret harga batu bara turun dari level psikologis US$ 200 per ton.

Kekhawatiran resesi disampaikan Dana Moneter Internasional (IMF) serta bank sentral Amerika Serikat (AS) The Federal Reserve (The Fed). IMF dalam World Economic Outlook edisi April 2023 A Rocky Recovery memangkas pertumbuhan global menjadi 2,8% pada 2023, dari 2,9% pada proyeksi sebelumnya.

IMF mengingatkan krisis perbankan di AS dan Eropa serta masih tingginya inflasi global akan menekan ekonomi dunia, terutama di negara-negara maju. Salah satu negara yang akan menghadapi kontraksi pertumbuhan adalah mesin ekonomi Eropa Jerman.

Dalam risalah pertemuan Federal Open Market Committee (FOMC) yang keluar kemarin, The Fed juga mengatakan ekonomi AS bisa masuk resesi menyusul krisis perbankan mereka. Sebagai catatan, tiga bank AS kolaps pada bulan lalu yakni Silicon Valley Bank (SVB), Silvergate Bank, dan Signature Bank.

Ancaman resesi tentu saja membuat pelaku pasar komoditas khawatir. Perlambatan ekonomi ataupun resesi akan membuat permintaan terhadap komoditas menurun sehingga harga jatuh.

Harga gas alam Eropa EU Dutch TTF (EUR) turun 1,84% sehari menjadi 42,09 euro per mega-watt hour (MWh) kemarin. Sementara itu, harga minyak mentah jenis WTI dan brent turun sekitar 1% pada pagi hari ini.

 

 

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*