Wall Street Menghijau Setelah Warga AS Mulai Kurangi Belanja

Markets Wall Street. (AP/Courtney Crow)

Tiga bursa Amerika Serikat (AS) bergerak beragam pada awal perdagangan hari ini, Jumat (28/4/2023).

Indeks Dow Jones menguat 39,05 poin atau 0,12% ke 33.865,22. Indeks S&P 500 menguat 2,81 poin atau 0,07% ke posisi 4.138,05.

Namun, indeks Nasdaq melandai 29,48 poin atau 0,23% ke posisi 12.114,4.

Beragamnya kinerja bursa ini berbanding terbalik dengan kinerja cemerlang pada perdagangan kemarin, Kamis (27//4/2023), di mana ketiga bursa AS terbang.

Indeks Dow Jones menguat 1,57%, indeks S&P terbang 1,96% sementara itu, indeks Nasdaq melesat 2,43%.

Indeks bergerak tak kompak menyusul sikap wait and see terhadap hasil laporan keuangan pada hari perdagangan terakhir pekan ini.

Hingga hari ini, sudah 261 perusahaan yang tercatat di bursa S&P 500 yang melaporkan keuangan. Sebanyak 80% mengumumkan kinerja yang lebih baik dibandingkan proyeksi analis.

Sementara itu, raksasa teknologi juga terus memberikan kabar baik melalui laporan keuangan mereka.

Pendapatan Microsoft naik 7% menjadi US$ 52,9 miliar pada Januari- Maret 2023. Induk Facebook, MetaPlatforms, melaporkan pendapatan sebesar US$ 28,65 miliar pada kuartal I-2023, lebih tinggi dibandingkan proyeksi analis yakni US$ 27,65 miliar.

Induk Google, Alphabet, mencatat kenaikan pendapatan 3% menjadi US$ 69,8 miliar. Pendapatan tersebut lebih besar dari proyeksi analis yakni US$ 68,9 miliar.

Pendapatan Amazon tumbuh 9% menjadi US$ 127, 4 miliar pada Januari-Maret 2023.

Kinerja perusahaan teknologi ini di luar proyeksi analis yang semula sangat pesimis terhadap kinerja sektor teknologi.

Pelaku pasar juga mencermati data terbaru mengenai personal consumption expenditure (PCE) price index atau indeks harga pengeluaran konsumsi pribadi yang baru keluar malam ini.

Indeks tersebut merupakan pertimbangan utama bank sentral AS The Federal Reserve (The Fed) dalam menentukan kebijakan moneter pekan depan.

Indeks melandai menjadi 4,2%% (year on year/yoy) pada Maret, terendah sejak Mei 2021. Sebagai catatan, indeks berada di angka 5,1% pada Februari 2023.

Harga barang naik 1,6% (yoy) pada Maret, turun dibandingkan 4,7% pada Februari. Harga jas meningkat menjadi 5,7% (yoy) pada Maret dari 5,6% (youy) pada Februari.

Harga bahan makanan tercatat naik 9,7% (yoy), turun jauh dibandingkan 11,1% pada Maret, harga energi juga melandai menjadi 5,5% dari 5,8% pada bulan sebelumnya.

Secara bulanan (month to month/mtm), indeks PCE melandai menjadi 0,1% pada Maret, dari 0,3% pada bulan sebelumnya.

Melandainya indeks PCE ini memberi harapan jika The Fed bisa melunakkan kebijakan moneternya.

 

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*